);

ASCON Indonesia — Rumah kontainer sedang jadi tren di antara developer dan kawula muda. Selain stylish dan awet, rumah kontainer juga mudah diutak-atik, serta ramah di kantong. Tapi awas! Sebelum mantap membongkar tabungan untuk membangun rumah impian Anda, pastikan Anda sudah mengindahkan 7 poin berikut. Apa saja?

 

7  Aturan Wajib Sebelum Membangun Rumah Kontainer

1) Wajib Melihat Langsung Kontainer Sebelum Membeli

Kontainer bekas yang Anda incar untuk bahan penampang rumah pastinya sudah pernah bolak-balik mengarungi samudra. Tentu ada bekas penyok atau mengelupas di sana-sini. Belum termasuk, bagian dalamnya.

Jadi, pastikan Anda melihat langsung kontainer tersebut sebelum membeli. Jika toko berada di tempat yang jauh, mintalah foto komplet bagian dalam dan luar kontainer dari sang penjual.

Paling amannya, belilah one trip container untuk kualitas yang sudah pasti terjaga. Tapi sudah pasti harganya sedikit di atas rata-rata, ya.

 

2) Pahami Regulasi Bangunan di Kota Anda

Setiap kota punya aturan sendiri-sendiri tentang regulasi bangunan. Pahami dan turuti terlebih dahulu rincian aturan bangunan di kota Anda. Jangan sampai, setelah membangun baru ketahuan bentuk bangunan Anda menyalahi regulasi–sehingga Anda terpaksa membongkarnya. Waduh!

 

3) Sewa Jasa Kontraktor yang Bisa Menangani Kontainer

Agar praktis, sewalah jasa kontrator bangunan yang juga sekaligus bisa menangani modifikasi kontainer. Sebab, jenis hunian yang Anda inginkan tidak sama dengan rumah biasa.

Jika pihak kontraktor tidak biasa atau tidak paham kontainer, bisa-bisa Anda terpaksa menyewa jasa kontraktor dan modifikasi kontainer. Biasanya jadi double, deh.

 

4) Jangan Lupakan Insulasi

Satu yang penting tapi sering dilupakan adalah pentingnya insulasi. Dinding shipping container berbeda dengan dinding rumah tradisional. Di mana, tanpa insulasi maka dinding akan terasa kelewat panas saat kemarau, atau sebaliknya, dapat membekukan Anda pada musim dingin.

Jadi ingatlah untuk memasang insulasi. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari wol, nilon, atau bahkan bahan polyester keras yang menyerupai lanta.

 

5) Batasi Pemotongan

Dinding shipping container sangatlah kuat karena terbuat dari baja korten. Sebab itu, Anda bahkan bisa menumpuknya menjadi bangunan bertingkat dua, tiga, bahkan empat.

Tapi jangan salah. Semakin banyak Anda memberikan potongan pada badan kontainer, semakin rapuh strukturnya. Jadi, batasilah jumlah lubang jendela atau pintu pada kontainer Anda agar tetap awet.

 

6) Ketahui Potensi Sisa-Sisa Limbah Kimia

Ingatlah bahwa kontainer bekas Anda dulunya digunakan untuk memuat berbagai macam barang baik di lautan maupun di daratan. Dan muatan ini bisa jadi mengandung berbagai bahan kimia berbahaya.

Penting untuk mengetahui sejarah angkut sebuah peti kemas, khususnya jika ada anggota keluarga Anda yang masih anak-anak. Bersiaplah untuk melakukan bongkar ulang di bagian lantai atau dinding.

7) Rencanakan Leding dan Listrik dengan Matang

Anda musti sudah memiliki planning yang tetap dan terencana mengenai bangunan Anda. Khususnya adalah di mana meletakkan stop kontak untuk listrik, dan leding untuk mesin cuci, wastafel, dan kamar mandi.

Tentunya tidak lucu kalau Anda harus membongkar ulang bangunan Anda karena lupa meletakkan saklar yang berfungsi dengan baik, bukan?

Nah, itu tadi adalah 7 aturan wajib sebelum mendirikan rumah kontainer. Semoga dengan mengikutinya, hunian impian Anda jadi terencana semakin matang, ya!

× Chat Dengan Marketing Kami ?