);

ASCON Indonesia — Meski semakin populer, masih saja ada orang yang ragu membangun rumah dari kontainer bekas. Alasannya bermacam-macam. Tapi satu yang paling umum adalah karena mereka masih mempercayai mitos umum rumah dari kontainer bekas.

Ketika pertama kali diperkenalkan di Indonesia, model rumah daur ulang satu ini tidak langsung populer. Ya! Model rumah dari kontainer bekas memang berasal dari luar negeri yang sudah memberdayakan gaya hidup zero waste. Kendati berbeda iklim, rupanya toh rumah dari kontainer bekas bisa juga dibangun di Indonesia.

Malah, saat ini rumah dari kontainer bekas sudah menjadi tren yang wajib punya bagi Anda yang ingin punya hunian trendy. Masih percaya tiga mitos rumah dari kontainer bekas di bawah ini?

3 Mitos Umum Rumah Kontainer Bekas

1) Rumah dari Kontainer Bekas Sulit Dibangun

Memang, ada banyak tipe rumah dari kontainer bekas. Dengan beragam ukuran dan tingkat kesulitan, tentu saja. Sekilas pandang memang repot, tapi sejujurnya, membangun rumah dari kontainer bekas justru lebih mudah daripada rumah konvensional.

Bahkan, Anda pun bisa membangunnya sendiri dengan modal sedikit belajar melalui video DIY. Tapi ingat, risiko ditanggung sendiri. Daripada repot, lebih baik menyewa jasa modifikasi kontainer yang bagus dan biarkan mereka melakukan sisanya. Beberapa jasa modifikasi bahkan menyediakan layanan konsultasi gratis.

Masalah harga, tentunya beragam. Bangunan yang simpel seperti gudang tidak akan butuh biaya banyak dan waktu pengerjaan yang lama. Dahsyatnya, Anda bahkan bisa menempatinya dalam hitungan hari!

2) Rumah dari Kontainer Bekas Tidak Nyaman Ditinggali

Ketika membayangkan rumah dari kontainer bekas, tak jarang orang langsung membayangkan ruangan kotak yang sempit dan tidak nyaman. Padahal sebenarnya, kontainer bekas ini bisa langsung dipasangi pendingin ruangan, pelapis atap, insulasi, juga macam-macam aksesoris lainnya untuk menunjang kebutuhan domestik Anda.

Butuh ruangan yang lebih besar? Tenang! Bisa diatasi dengan menggabungkan dua atau tiga kontainer sebelum menambahkan furnitur di dalamnya. Jika Anda ingin ruangan dengan langit-langit yang tinggi, tinggal tumpuk saja dua kontainer. Sebelum menghilangkan bagian dasar dan atapnya, tentu.

Selebihnya, Anda tinggal memilih cat yang pas dan memilih furnitur yang sesuai dengan selera hunian Anda.

3) Rumah dari Kontainer Bekas Tidak Ramah Lingkungan

Karena terbuat dari baja berat, banyak yang berasumsi bahwa rumah dari kontainer bekas sangat tidak ramah lingkungan. Belum lagi, desainnya yang trendy. Padahal justru sebaliknya.

Masalah baja bekas yang menjadi sampah besar sulit terdaur ulang sangat menarik perhatian dunia. Daripada dibiarkan berkarat, menjadikan kontainer bekas menjadi material rumah adalah pilihan yang genius. Apalagi dengan adanya pembatasan budget dan area, di mana harga tanah semakin mahal.

Jadi, memiliki rumah dari kontainer bekas justru sama saja Anda membantu memberantas sampah jumbo di lingkungan hidup!

Nah, masih mau percaya mitos-mitos ketinggalan zaman di atas?

× Chat Dengan Marketing Kami ?